Sabtu, 02 Juni 2012

TEORI BELAJAR(BERFIKIR LATERAL)

TUGAS INDIVIDU
BERFIKIR LATERAL
MATA KULIAH
TEORI BELAJAR

Dosen pengampu
Dr.Yenita roza,M.Pd




Oleh :
JUMIATI
NIM : 1109854


PROGRAM PASCASARJANA TEKNOLOGI PENDIDIKAN
KERJA SAMA FKIP UNIVERSITAS RIAU DENGAN UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2012

Edward de Bono dalam bukunya 'The Use of Lateral Thinking' (1967), Mengungkapkan tentang pola berpikir lateral tetap menggunakan berbagai fakta yang ada, menentukan hasil akhir apa yang diinginkan, dan kemudian secara kreatif (seringkali tidak dengan cara berpikir tahap demi tahap) mencari alternatif pemecahan masalah dari berbagai sudut pandang yang paling mungkin mendukung hasil akhir tersebut.
Pola berpikir lateral dapat digunakan untuk memecahkan masalah ini secara kreatif, dengan pencapaian hasil maksimal yang lebih baik.
Pola berpikir lateral yang tetap bertumpu kepada berbagai fakta yang ada, kemudian menentukan hasil akhir yang diinginkan, dan selanjutnya secara kreatif mencari alternatif pemecahan masalah dari berbagai sudut pandang yang paling mungkin mendukung hasil akhir tersebut, dapat kita gunakan dalam menghadapi dan memecahkan berbagai persoalan kerja profesional, rumah tangga dan hidup sosial bermasyarakat, dengan hasil yang lebih baik dan kreatif.
Edward de Bono telah menulis secara ekstensif tentang proses berpikir lateral - generasi solusi baru untuk masalah. Titik berpikir lateral adalah bahwa banyak masalah memerlukan perspektif yang berbeda untuk memecahkan berhasil.
De Bono mengidentifikasi empat faktor kritis terkait dengan berpikir lateral: (1) mengenali ide-ide dominan yang mempolarisasi persepsi masalah, (2) mencari cara-cara berbeda dalam memandang sesuatu, (3) relaksasi kontrol kaku berpikir, dan (4) menggunakan kesempatan untuk mendorong ide-ide lainnya. Faktor terakhir ini berkaitan dengan fakta bahwa berpikir lateral melibatkan rendah kemungkinan ide-ide yang tidak mungkin terjadi dalam peristiwa normal.
Tidak mengherankan jika pola berpikir lateral sering muncul dalam berbagai penemuan baru dan terobosan dalam ilmu pengetahuan.

            Lebih mudah membuat anak berpikir kreatif sebelum mereka belajar berpikir konvensional. Sebagai seorang dewasa, pikiran kita dapat terjebak dalam sebuah pola. Jadi sebaiknya Anda perlu melatih anak Anda berpikir secara lateral sedini mungkin, sebelum otak mereka menemukan adanya alternatif.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar